Nusakambangan

on Rabu, 07 April 2010


Ditahan di LP Nusakambangan menjadi momok menakutkan bagi para narapidana. Selain pulau yang terisolasi, penjara-penjara di Nusakambangan juga dijaga ketat. Bahkan ada satu LP khusus yang dilengkapi dengan penjagaan super maximum security.

Dari 9 LP yang ada di Nusakambangan, hanya satu LP bernama Pasir Putih yang fasilitas penjagaannya disebut-sebut mirip dengan Alcatraz. Siapa pun yang masuk, harus digeledah dengan ketat. Bahkan, Menkum HAM Patrialis Akbar saat melakukan kunjungan ke LP ini harus ikut 'digerayangi' dengan alasan keamanan.

"Itulah prosedur keamanan di sini," kata Kalapas Pasir Putih Sutrisman saat ditanya kenapa Patrialis ikut diperiksa, di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Rabu (7/3/2010).

Berada di dalam LP ini juga tidak lebih menegangkan. Tembok dan kawat berduri yang tinggi serta pos penjagaan yang dihuni oleh penjaga bersenjata lengkap di setiap sudut bangunan menambah rasa ngeri. Wajar jika hanya penjahat-penjahat yang dihukum di atas puluhan tahun serta yang memiliki kerawanan dalam keamanan saja yang ditahan di sini.

"Salah satunya Gunawan Santoso, terpidana mati yang membunuh bos PT Asaba," tambahnya.

Namun, tidak jauh dari LP ketat ini ada hamparan pantai pasir putih yang indah. Berada di kawasan pantai selatan, laut tersebut membuat kita seolah tidak sedang berada di pulau khusus narapidana.

Menurut Kakanwil KemenkumHAM Jawa Tengah Chairudin Idris, ada 9 LP di Nusakambangan. Mulai dari LP Terbuka, yang mengurusi napi program asimilasi hingga LP Batu dan LP Pasir Putih yang memenjarakan para terpidana dengan kasus berat seperti terorisme, pembunuhan dan korupsi.

Chairudin menegaskan, keberadaan LP tersebut dalam kondisi baik. Aktivitas para napi juga berjalan normal. Sejak tahun 2009, tidak ada laporan kekerasan maupun perkelahian di dalam LP. Tidak ada juga laporan soal perilaku penyimpangan seksual atau penggunaan narkoba.

"Suasana di sini cukup kondusif. Kita ingin mempertahankan itu," ucapnya.

Hanya saja, Chairudin bercerita, suasana malam hari di kawasan ini lebih membuat bulu kuduk berdiri. Lampu penerangan jalan sangat minim, sementara hewan-hewan buas berkeliaran. Anda berminat?
Dikutip dari : detik.com

Sejarah Banceuy Lama

on Senin, 05 April 2010



Tidak akan pernah terlintas kalo di kompleks perdagangan Banceuy Bandung ini dulunya adalah tempat bersejarah bagi sang proklamator kita Bung Karno. Karena di tempat ini lah Beliau pernah menjalani hidup terkurung selama kurang lebih 1,5 bulan. Ya… tidak akan ada yang pernah mengira di tempat ini yang sejak dari dulu sudah menjadi bagian kota Bandung yang dalam proses berdirinya sudah dicampuri kepentingan pemerintah kolonial, dan terletak tidak jauh dari sungai Cikapundung ini, dulunya adalah sebuah penjara
Menurut sejarah, Penjara Banceuy di bangun oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1877, penjara ini memiliki peranan penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, karena pernah di huni oleh Soekarno sekitar tahun 1929,setelah beliau di tanggap di Yogyakarta dan diruangan kecil bernomor 5 di blok F inilah Soekarno menyusun peidoinya yang sangat terkenal “Indonesia Menggugat” yang disampaikannya di muka sidang pengadilan di gedung Landraad (sekarang gedung Indonesia menggugat).

Alcatraz

on Kamis, 25 Maret 2010

Alcatraz pertama-tama dibangun sebagai instalasi militer pada 1850 dan kemudian diubah menjadi penjara militer, hingga 1933. Barak Hukuman Amerika Serikat di Alcatraz diambil alih oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada 12 Oktober 1933. Pulau ini menjadi penjara federal pada Agustus 1934. Selama 29 tahun penggunaannya, di penjara mendekam penjahat-penjahat terkenal seperti Al Capone, Robert Franklin Stroud (Manusia burung dari Alcatraz), dan Alvin Karpis, yang ditahan di Alcatraz jauh lebih lama daripada tahanan manapun. Penjara ini juga menyediakan perumahan untuk staf Biro Penjara dan keluarga mereka. Kini para anggota keluarga yang menghuni pulau itu dan menjadikannya rumah mereka dapat bergabung dalam Perhimpunan Alumni Alumni dan ikut serta dalam reuni tahunan yang merayakan pembukaan penjara ini pada akhir minggu kedua Agustus. Kebanyakan anggota keluarga mempunyai cerita-cerita kesayangan mereka yang sering mereka ceritakan tentang pengalaman dibesarkan di The Rock.

Dengan keputusan Jaksa Agung AS Robert F. Kennedy, tempat tahanan ini ditutup untuk selama-lamanya pada 21 Maret 1963. Penjara ini ditutup karena biaya operasinya jauh lebih mahal daripada penjara-penjara yang lain, dan teluk ini mengalami polusi karena sampah dari sekitar 250 tahanan dan 60 keluarga Biro Penjara di pulau itu. Penjara AS, sebuah penjara tradisional yang didirikan di darat dibuka pada tahun yang sama untuk menggantikan Alcatraz.

Pada 1969, sekelompok orang Indian Amerika dari berbagai suku, yang menyebut dirinya Indian Bersatu dari Semua Suku (banyak dari mereka yang pindah ke Daerah Teluk di bawah program penghentian bantuan pemerintah), menduduki pulau ini, dan mengusulkan didirikannya sebuah pusat pendidikan, pusat lingkungan hidup dan kebudayaan. Menurut orang-orang yang mendudukinya, dalam sebuah perjanjian suku Sioux, pemerintah mengakui bahwa semua tanah federal yang tidak digunakan lagi harus dikembalikan kepada suku bangsa Pribumi yang dahulu memilikinya. Selama masa pendudukan itu, sejumlah gedung dirusakkan atau dihancurkan, termasuk ruang rekreasi, tempat tinggal Pengawal Pantai, dan rumah kepala penjara. Sejumlah gedung lainnya (kebanyakan apartemen) dihancurkan oleh Pemerintah AS setelah pendudukan itu berakhir. Setelah pendudukan selama 18 bulan, pemerintah memaksa mereka keluar.

Pulau yang dikenal juga sebagai "The Rock," (Batu Karang) ini ditampilkan dalam film 1996 movie dengan judul yang sama. Puluhan film, termasuk Escape From Alcatraz dan X-Men: The Last Stand, telah menampilkan Alcatraz sejak 1937.